KEMENTERIAN AGAMA

Madrasah Tsanawiyah Negeri 2 Trenggalek Jl. Raya Sugihan - Kampak Kabupaten Trenggalek Jawa Timur 66373

Selayang Pandang

OLIMPIADE MIPA 2020

Dalam rangka milad ke-45 Madtsaduta

Wajah MTsN 2 Trenggalek 2020 (THE GREEN CAMPUS)

Salam Bumiii!!!!!!

Salah satu sudut madrasah yang sejuk dan rindang

Madrasah Ijo Kebanggaanku

Bapak Ibu Dewan Guru Madtsaduta

Foto bersama setelah acara Verlap AW Nasional dari Jakarta.

PIAGAM ADIWIYATA NASIONAL 2017

Piagam yang diserahkan oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan serta Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan

Tuesday, March 24, 2020

REKAP TUGAS KELAS 7

Halloooo.. Gimana kabarnya anak-anakku !
Semoga Alloh senantiasa melindungi kita dari wabah corona, dan terhindar dari Covid-19..
Selamat bertemu kembali dengan media daring (dalam jaringan) untuk mata pelajaran Informatika.

Dalam pertemuan ini, Pak Edi akan memberikan link rekap dari beberapa tugas yang Bapak berikan selama semester 2 dari bulan Januari s.d Maret.

Bapak berharap kalian lebih tertib dan disiplin dalam mengerjakan tugas, mengingat himbauan Pemerintah yang mengharuskan kita untuk belajar di rumah, stay at home, tidak boleh keluyuran/bermain jika tidak begitu penting/mendesak. Kita harus belajar lockdown,



klik disini REKAP TUGAS KELAS 7 

Selamat belajar !!!!
Share:

LOCKDOWN !


Waspada COVID-19
Share:

Tuesday, March 17, 2020

E-learning Madrasah

Sebuah terobosan baru untuk menuju madrasah hebat bermartabat dari Kementerian Agama adalah laman http://125.164.14.202:80


Share:

Friday, March 13, 2020

PTS Informatika 2020

Berikut ini adalah petunjuk untuk mengerjakan ujian PTS online dari HP android :
1. Buka www.mtsnkampak.sch.id
2. Klik Beranda
3. Scroll ke bawah cari menu Info Siswa 2020
4. Klik Absensi PTS Informatika
5. Isilah form tersebut dengan benar
6. Selanjutnya, klik PTS Online 2020
7. Klik PTS Informatika
Selamat mengerjakan !!
Share:

Friday, February 28, 2020

JAGUAR 2020 MAN 1 TRENGGALEK



COURTESY FROM YOUTUBE

Dalam rangka Lomba Jaguar 2020 di MAN 1 Trenggalek, Kalimasada Scout mempersembahkan mata lomba Short Movie Jaguar 2020. Dukung dan saksikan ya gaess.. Catat hari tanggalnya.

MOHON KLIK LIKE DAN JANGAN LUPA SUBCRIBE YA GAESSS
Share:

Monday, February 10, 2020

UAMBN BK-UMBK-UNBK 2020


Semangat semangat semangattttttt!!!

Ini adalah tahun ke 4 MTsN 2 Trenggalek melaksanakan UNBK. UNBK tahun ini berbeda dengan tahun sebelumnya. Jika tahun sebelumnya, madtsaduta melaksanakan ujian dengan 3 server dan 3 ruang dengan 3 sesi, namun kali ini di tahun 2020 madtsaduta mampu melaksanakannya dengan 2 sesi. Dengan server 4, ruang sebanyak 4 kelas dan 130 laptop, insya Alloh semua akan terlaksana dengan baik. Ujian pertama adalah UAMBN BK, dilanjutkan UMBK dan terakhir UNBK 2020.

Ayooo, ujian semakin dekat. Mari tingkatkan semangat belajar demi nilai yang terbaik. Jangan kendor. Raih cita-cita setinggi langit. Belajar dan terus belajar..Kesampingkan gadget, TV, game online, medsos, dll. Saatnya kita menyongsong ujian yang hampir tiba. Sukses UAMBN BK, sukses UMBK dan sukses UNBK 2020....

Madtsaduta bissaaaaaa....luarrrrr biasaaaaaa
Share:

Monday, January 27, 2020

OLIMPIADE MIPA 2020 dan PENGUMUMAN OLIMPIADE MIPA 09 FEBRUARI 2020 (new)



Hello gaesss...
Apa kabar semua??? baik khan.. Ada kabar baru nih. Dalam rangka milad ke-45, MTsN 2 Trenggalek mengadakan berbagai even menarik. Diantaranya adalah Olimpiade MIPA dan Lomba Keagamaan, Seni dan Olahraga. Pasti bakalan seru...Catat tanggal dan harinya yaaaa..So buruan ikutan semua. Jangan sampai ketinggalan. Kuota terbatas lhooo







Share:

Thursday, October 24, 2019

BOS GOJEK jadi MENTERI PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN

Disrupsi itu benar-benar terjadi

Oleh Arnis Silvia*




Nadiem Makarim, Mantan CEO Gojek berusia 35 tahun itu didapuk menjadi Menteri Pendidikan dan Kebudayaan serta Pendidikan Tinggi (Mendikbud Dikti) yang akan menangani pendidikan jenjang dasar, menengah, dan tinggi. Bukan lulusan jurusan pendidikan, pun tidak bergelar profesor. Tentu hal ini mengejutkan sekaligus menegangkan. Di masa dimana untuk menjadi rektor saja seseorang harus memiliki jabatan Guru Besar, seorang lulusan S-1 (lebih rendah jabatannya dari Asisten Ahli) seperti Nadiem justru diangkat menjadi seorang Mendikbud Dikti. Ini betul-betul sebuah disrupsi yang dilakukan oleh Presiden Jokowi, terutama di bidang pendidikan di Indonesia. 

Tentu saja, S-1 Nadiem Makarim bukan sembarang S-1. Seorang Nadiem menimba ilmu di Amerika 
Serikat di dua kampus ternama: Brown University dan Harvard Business School. Sebelum menjadi 
CEO perusahaan decacorn Gojek dengan nilai valuasi di atas US$ 10 Miliar, Nadiem juga pernah menjadi Co-founder Zalora Indonesia dan Kartuku. Pengalaman manajerial yang eksepsional seperti ini tidak bisa kita pandang sebelah mata. Rektor Politeknik dan sekolah vokasi di Indonesia mungkin belum tentu bisa mencapai prestasi Nadiem ini. 

Pastinya banyak pandangan mainstream yang cenderung sinis, apatis, atau bahkan pesimis terhadap kemampuan Nadiem Makarim sebagai Mendikbud. Namun, kali ini saya ingin juga menawarkan sebuah disrupsi; saya ingin melihat penunjukan Nadiem ini dari sudut pandang opportunity. 

Sosok Nadiem Makarim bisa dilihat dari kemampuan MO [mobilisasi dan orkestrasi] nya (Rhenald Kasali, 2019). Gojek menjadi perusahaan decacorn melalui dua hal ini. Perusahaan Gojek tidak 
memiliki sendiri sepeda motor, driver, gerai makanan, maupun penyedia jasa lainnya yang tergabung 
dalam bisnis raksasa ini. Namun, dengan MO ini, berbagai stakeholder bisa dan mau terlibat secara 
masif. 

Sebagai individu, Nadiem tidak memiliki sendiri segala rekam jejak menjadi akademisi dan pengetahuan dalam sisdiknas. Namun, di dalam sistem yang sama, ada banyak ahli yang (kalau mau bekerjasama) akan bisa dimobilisasi dan diorkestrasi. Kita memiliki banyak profesor di bidang 
keilmuannya masing-masing, kita memiliki ilmuwan dan periset berkelas dunia, kita memiliki inovator-inovator luar biasa, dan kita memiliki anak-anak muda yang kreatif. 

Mobilisasi dan orkestrasi ini, jika diterapkan dalam pendidikan secara tepat dan jitu, tentu bisa membawa perubahan yang penting. Di sana sini kita mendengar kuliah umum mengenai Industri 4.0 dan dampaknya pada pendidikan, namun seringkali pula kita belum ngeh apa implikasi praktisnya pada tatanan dan sistem pendidikan kita. 

Mungkin, Nadiem dengan dibantu ahli-ahli di bidang keilmuan, teknologi, riset, komunikasi global, bisa membawa perubahan segar bagi pendidikan kita yang mana pelaku dan target utamanya adalah siswa. Orang muda seperti Nadiem memiliki generation gap yang kecil dengan anak-anak didik kita, dan mudah-mudahan dia bisa merumuskan sistem pendidikan yang berkualitas dengan cara dan medium yang lebih berterima bagi generasi siswa.

Nadiem dengan background profesional yang dia miliki, justru lebih bisa leluasa untuk menentukan arah masa depan Pendidikan Dasar, Menengah dan Tinggi di Indonesia tanpa terbebani dengan hutang politik kepada partai pengusung. Dia juga yang mengalami pendidikan yang bermutu dan berkualitas sejak kecil hingga dewasa, semoga bisa lebih peka dalam mengidentifikasi apa-apa saja yang go wrong dalam pendidikan kita lalu fokus pada inovasi-inovasi menuju kemajuan. 

Banyak pekerjaan rumah dalam dunia pendidikan, di mana salah satunya guru dan pendidik terlalu lama terjerat dalam pekerjaan administratif sehingga tugas utama mereka untuk melakukan inovasi di kelasnya menjadi sangat terbebani. Siswa merasa pelajaran tak lagi relevan dengan kemajuan zaman dan materi yang diajarkan rupanya masih saja sama dengan pelajaran zaman orang tua mereka. Perlu 
sebuah disrupsi untuk membuat simplifikasi dalam bidang administrasi serta untuk mendorong inovasi-inovasi di level akar rumput yakni ruangan kelas. 

Semoga, Nadiem Makarim dengan kemampuan mobilisasi dan orkestrasinya justru bisa membawa pendidikan kita pada kualitas, bukan lagi pada formalitas. Semoga, dengan bantuan teknologi tepat guna, guru dan dosen tak lagi terbebani oleh paperwork, namun lebih berfokus pada their real work. 

*Arnis Silvia adalah PhD Candidate di University of South Australia dan dosen di UIN Syarif Hidayatullah Jakarta
Share:

Saturday, October 19, 2019

Kegiatan Manasik Haji


Kegiatan ini dilaksanakan pada waktu Bulan Dzulhijah 1440 H. Tepatnya sehari setelah hari raya Idul Adha. Di samping manasik haji juga dilaksanakan penyembelihan hewan qurban yaitu 2 (dua) ekor sapi. Petugas manasik haji adalah Bapak/Ibu Guru dan didampingi anak didik kelas VIII. Acara ini diakhiri dengan pembagian daging Qurban kepada yang berhak dan lingkungan sekitar. Semoga amal ibadah Qurbannya diterima.



Share:

Wednesday, October 9, 2019

PTS berbasis CBT MTsN 2 Trenggalek


Siswa-siswi kelas VIIA sedang Ujian Tengah Semester
Menyongsong Revolusi Industri 4.0 dan pembelajaran abad 21, MTsN 2 Trenggalek melaksanakan ujian tengah semester berbasis CBT (Computer Based Test) online. Sebagai mata pelajaran IT, Guru Informatika menggunakan fasilitas google classroom sebagai ruang belajar. Sebelumnya menggunakan moodle dan edmodo. Ujian dilaksanakan di Lab IT Madtsaduta ini, dikhususkan untuk siswa siswi kelas VII, mata pelajaran Informatika. Ujian juga bisa dikerjakan melalui smartphone masing-masing peserta. Tujuan dari ujian ini adalah untuk memperkenalkan kepada anak didik agar lebih terampil dalam mengoperasikan komputer. Selain itu juga bisa dijadikan pembelajaran dalam menyongsong UNBK kelas IX.

Alhasil, dengan fasilitas google classroom ini, anak-anak semakin tertarik untuk belajar sehingga mereka akan menggunakan smartphone/notebook dengan baik mengingat banyak diantara mereka yang kecanduan game online.

Ini adalah tautan untuk mengerjakan Penilaian Tengah Semester Mapel Informatika Kelas VII

Klik disini : PTS CBT KELAS VII INFORMATIKA

Selamat mengerjakan !







Share:

Friday, September 13, 2019

Gebrakan Muhajir, Selamat Datang Kembali Mata Pelajaran Informatika


Saat ini, dunia  sudah memasuki era generasi Z. Bulan lagi milenial. Konon, kita sedang menuju ke Revolusi Industri 4.0. Ditandai dengan  munculnya superkomputer, robot pintar, kendaraan canggih tanpa sopir, editing genetik, serta pengembangan fungsi otak secara maksimal melalui neuroteknologi. Semua itu berbasis pada teknologi komputer dan pengolahan data digital. 
Namun, sadarkah kita semua kalau sejak  4-5 tahun terakhir kita malah menjauh dari teknologi komputer itu sendiri? Buktinya, Kurikulum Nasional 2013 (Kurikulum 2013) telah menghapus mata pelajaran (mapel) TIK (Teknologi Informasi dan Komunikasi) atau mata pelajaran Komputer dari peredaran. Mapel TIK bukanlah hal yang wajib (harus) diberikan di bangku sekolah. 
Asumsinya, karena semua sarana komputer, informasi digital, keterampilan menggunakan komputer bisa dilakukan secara mandiri. Contohnya, game online menjamur di mana-mana. Warnet, tersedia  di kios-kios pinggir jalan. Smartphone bukan barang baru bagi anak sekolah, dan seterusnya. Tapi ujung-ujungnya, Ujian Nasional (UN), sejak 2 tahun terakhir berganti menjadi UNBK (Ujian Nasional Berbasis Komputer). Sesuatu yang anomali!
Tak pelak, begitu mapel TIK (Teknologi Informasi dan Komunikasi) dihapus dari peredaran, langsung membuat galau semua guru TIK di jenjang SMP dan SMA. Galau yang bersifat pribadi, administrasi maupun institusi.  Banyak guru mapel yang kehilangan ladang garapan. Tidak ada cantolannya lagi di sekolah, karena mapel yang diajarnya tidak ada di struktur kurikulum. 
Mapel Komputer (TIK) hanya bersifat bimbingan. Bukan kegiatan wajib. Bisa dilaksanakan melalui kegiatan ekstrakurikuler. Akibatnya, guru kehilangan pekerjaan utama mengajar di kelas. Artinya,  tidak ada (berkurang pula) take home pay. Hilang pula tunjangan sertifikasi! Miris.
MAPEL INFORMATIKA
Namun kegelisahan, kegalauan tingkat dewa serta "protes", terutama oleh guru mapel TIK,  akhirnya dijawab pemerintah (Kemendikbud). Di akhir Desember 2018, Pak Muhajir Effendi, selaku Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, membuat gebrakan dengan menganulir kebijakan lama. 
Beliau mengeluarkan 2 kebijakan penting sehubungan dengan mata pelajaran komputer ini. Yakni Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Permendikbud) Nomor 36 Tahun 2018 dan Permendikbud Nomor 37 Tahun 2018. 
Permendikbud Nomor 36 tahun 2018, berisi tentang perubahan atas Permendikbud Nomor 59 Tahun 2014 tentang Kurikulum 2013 SMA/MA. Yang mana, seperti kita ketahui, di Permendikbud 59 Tahun 2014, tidak lagi mencantumkan mapel TIK di jenjang SMA/MA. Maka, sejak diberlakukannya Permendikbud  36 tahun 2018 ini, maka di jenjang SMA/ MA, mata pelajaran Komputer (TIK) akan diberlakukan kembali. Namanya bukan lagi TIK atau Komputer tapi informatika. 
Secara eksplisit tertulis di Permendikbud 36/ 2018, ada pasal perubahan yakni Pasal 10A: Pelaksanaan pembelajaran informatika sebagai mata pelajaran pilihan dilaksanakan mulai tahun ajaran 2019/ 2020 sesuai kesiapan sekolah.
Hal serupa juga diberlakukan di jenjang pendidikan dasar (SD dan SMP), yang dituangkan dalam Permendikbud 37 Tahun 2018. Di sana tertulis, ada pasal tambahan 2A yang menyuratkan: Muatan Informatika pada SD/ MI digunakan sebagai alat pembelajaran dan atau dipelajari melalui ekstrakurikuler dan atau muatan lokal. Sedangkan untuk jenjang SMP/ MTs diberlakukan kembali mata pelajaran TIK dengan nama informatika.
Gebrakan Pak Menteri Muhajir kali ini patut diapresiasi dan diacungi jempol. Terbitnya Permendikbud 36 tahun 2018 dan 37 Tahun 2018, adalah langkah tepat dan konkret untuk memenuhi kebutuhan dasar peserta didik dalam mengembangkan kemampuannya pada era digital. 
Bagaimana mungkin menyiapkan generasi muda yang melek komputer dan digital, jika dalam keseharian di sekolah mereka sama sekali tidak menyentuhnya? Baik secara praktik maupun teori. 
Computational Thinking
Seakan tak mau setengah-setengah, maka terbitnya permendikbud ini pun segera dibarengi dengan terbitnya KI (Kompetensi Inti) dan KD (Kompetensi Dasar). KD disusun sebagai acuan dasar bagi guru saat mengembangkan dan menyampaikan materi di kelas. 
Dibanding mapel TIK yang terdahulu, sepintas mapel informatika ini memberi ruang dan target lebih besar untuk proses pembelajaran informatika di sekolah. Sebagai gambaran paling tidak ada 7 KD yang harus dikuasai oleh peserta didik yang meliputi: Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK), Teknik Komputer, Jaringan Komputer (Internet), Analisis Data, Dampak Sosial Informatika, Berpikir Komputasional (tematis) serta Praktik Lintas Bidang..
Melihat KD mapel informatika, agaknya kurikulum ini sudah dirancang dengan sangat matang serta mempertimbangkan kebutuhan masa depan. Sepintas, Kompetensi Dasar yang dimunculkan adalah kompetensi yang sangat menantang dan tidak dangkal alias ecek-ecek. Buktinya ada KD Teknik Komputer, Jaringan Komputer sampai Berpikir Komputasional. Ini adalah indikator materi yang lumayan berat (bagi saya yang bukan guru komputer). 
Artinya, untuk menguasai mata pelajaran informatika dengan baik, diperlukan seperangkat alat yang memadai, buku pelajaran yang bagus serta guru yang kompeten dan profesional. 
Peserta didik tidak diajari sekedar MS Word, Excel atau Power Point. Harus lebih dari itu. Maka tantangannya, tidak bisa guru mapel lain nyambi jadi guru informatika, sekedar untuk nambah jam saja. Maka, sudah ditegaskan oleh pak Menteri, mapel informatika diberlakukan di tahun 2019 menyesuaikan dengan kesiapan sekolah.
Sekarang bola ada di sekolah (satuan pendidikan). Sekolah punya waktu paling tidak 6 bulan ke depan menyiapkan diri. Di tahun 2019 ini harus benar-benar berbenah serta menyiapkan diri dengan baik, agar mata pelajaran informatika dengan alokasi waktu antara 3-4 jam di sekolah (1 jam = 45 menit), bisa dilaksanakan secara maksimal dan optimal. Harapannya, peserta didik siap untuk mengarungi jagad revolusi 4.0 dengan aman, selamat dan lancar. 
Welcome Back Mata Pelajaran Komputer (Informatika)

Share:

Thursday, September 12, 2019

Pembukaan Kegiatan PerJumSab


Kegiatan Perkemahan Jum'at malam Sabtu yang diselenggarakan di MTsN 2 Trenggalek dibuka oleh Plt. Kepala Madrasah Bapak Mufidz, S.Ag., MSI.

Share:

Wednesday, March 6, 2019

Video Profil Matsaduta



Video profil tentang sekolah adiwiyata yang dibuat oleh siswa MTsN 2 Trenggalek, mohon maaf karena masih belajar. Meskipun begitu, harus tetap kita beri apresiasi...kerennn yang penting made in sendiri.

1. Karya Davin KL IXA

2. Karya Chayun Nugroho KL VIIID
Share:

Tuesday, February 6, 2018

TRY OUT MANDIRI 2018

Anis, salah satu siswa dari IXA sewaktu try out mandiri

Untuk uji coba perangkat UNBK 2018 serta sebagai sarana latihan siswa dalam menyongsong UNBK 2018 April mendatang, panitia UNBK 2018 mengadakan Try out mandiri dengan soal yang dibuat oleh Bapak/Ibu Guru MTsN 2 Trenggalek berdasarkan kisi-kisi yang ada.

Tahun yang lalu, kami menggunakan CBT RUSH dan VHD berbasis linux, namun kali ini kami menggunakan XAMPP berbasis local host.
Aplikasi ini lebih mudah digunakan karena soal dari Bapak/Ibu Guru tinggal memindah ke dalam template word yang telah disediakan.

Share:

Halaman Facebook

Total Pageviews

Followers

WELCOME TO THE "GREEN CAMPUS" MTsN 2 TRENGGALEK JAWA TIMUR....MADRASAH ADIWIYATA NASIONAL

"THE GREEN CAMPUS" OF MADTSADUTA

"THE GREEN CAMPUS" OF MADTSADUTA
MADRASAH ADIWIYATA NASIONAL

Info Populer